Langsung ke konten utama

Bentuk bentuk sediaan farmasi dan metode pemberian obat

 Metode pemberian obat salah satunya adalah obat sublingual. Obat sublingual biasanya tersedia dalam bentuk tablet,spray, atau tablet selaput yang diberikan dengan cara diletakkan dibawah lidah, obat ini lebih cepat diserap karena bereaksi langsung ke pembuluh darah melalui jaringan dibawah lidah yang terdapat banyak pembuluh darah kapiler. Obat ini lebih efektif karena tidak melalui sistem pencernaan sehingga prosesnya lebih cepat.

Salah satu contoh obat dengan metode ini adalah obat loirazepam untuk menangani gangguan kecemasan, diberikan melalui bawah lidah lalu obat tersebut perlahan lahan akan larut oleh enzim enzim yang ada pada bawah lidah dan langsung bereaksi dengan pembuluh darah setelah itu melalui pembuluh darah akan didistribusi ke jaringan yang dituju.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB II Sejarah Farmasi

BAB II SEJARAH FARMASI A. Sejarah Pengobatan Pada ribuan tahun yang lalu manusia hidup secara nomaden sehingga besar kemungkinan terserang penyakit.Dengan keterbatasan pengetahuan mereka menganggap bahwa penyakit tsb datang dari makhlik halus dan hanya bisa disembuhkan dengan mantra.Seiring berjalannya waktu mulai menggunakan tumbuhan sebagai obat contonya Tablet Sumeria, Chang sang sebagai antimalaria, mahuang sebagai stimulansia, terra sagillata.         Selanjutnya penemuan arkeologi mengenai farmasi yaitu catatan 'Papyrus Ebers' yang berisi  lebih dari 800 formula dan 700 obat-obatan. Catatan ini ditemukan oleh george ebers, ahli sejarah mesir berkebangsaan jerman. B. Sejarah Kefarmasian          - Sejarah kefarmasian dunia               Hippocrates (450-370 SM) merupakan seorang dokter yunani yang membuat sistematika dalam pengobatan, serta menyusun uraian tentang beratus-ratus jenis ob...

Meracik bahan obat menjadi sediaan galenik

 Dalam meracik bahan obat menjadi sediaan galenik bisa menggunakan tiga metode berikut ini: Infusa                                                                                                                                                   Adalah sediaan cair yang dibuat dengan cara menyari simplisia nabati dengan air pada suhu 90 derajat celcius selama 15 menit.                                                                          ...